Inilah Jadwal Streaming Channel Youtobe Pesantren Al Baqiyatussholihat Puasa 2024 : Almanak Cibogo Tetapkan Selasa Awal Puasa Ngaji Pasaran Bulan Ramadhan di Ponpes Al Baqiyatussholihat Resmi Dibuka Sambut Ramadhan, Pesantren Al Baqiyatussholihat Adakan Pengajian Kilatan (Pasaran) Malam Nisyfu Sya’ban Di Pesantren Al Baqiyatussholihat Keistimewaan Malam Nisfu Sya’ban

Happal

Khadijah atau Aisyah? (Part 1)

badge-check


					Khadijah atau Aisyah? (Part 1) Perbesar

Kepedihan Dalam Keikhlasan

Dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Al-Qudla’i, Ad-Dailami dan Al-Hakimut-Turmudzi dari Anas r.a, Allah SWT berfirman :

اذا وجهت الى عبد من عبيدى مصيبة فى بدنه او ما له او ولده ثم استقبل ذالك بصبر جميل استييحت منه يوم القيامة ان انصب له ميزانا او انشر له ديوا نا

“Apabila telah Ku bebankan kemalangan (bencana) kepada salah seorang hamba-Ku pada badannya, hartanya, atau anaknya, kemudian ia menerimanya dengan sabar yang sempurna, Aku merasa enggan menegakkan tibangan baginya pada hari qiamat atau membukakan buku catatan amalannya baginya.”

___________________♡♡♡___________________

Semesta nampak ikut tersenyum manis, menyaksikan kebahagian yang tersirat pada dua insan yang tengah melafadzkan janji suci di hadapan para saksi. Hal yang sangat dinanti selama bertahun-tahun lamanya, akhirnya terlaksana tepat pada hari ini. Mereka bernama Khadijah Nadhiyal Hifdza Qur’ani dan Raihan Syauqillah, sepasang kekasih yang sangat menjaga kesucian cinta. Cintanya terlapisi oleh keimanan, tidak pernah ternodai sedikitpun. Sejak pertama dipertemukan oleh Sang Maha Kasih di sebuah lembaga pendidikan, rasa cinta telah tertanam dalam hati mereka dan Raihan segera menyatakan hal itu secara langsung di hadapan kedua orang tua Khadijah dan berniat ingin melamar. Kedua orang tua Khadijah menyerahkan hal itu kepada Khadijah.

“Bagaimana, Nak?” tanya sang Ayah lembut

Khadijah menjawab, “Saya tidak memiliki alasan untuk menolak cinta seorang Dokter yang memiliki iman yang kokoh seperti anda. Seorang Dokter lulusan Pesantren yang menguasai ilmu tauhid dan fikih.”

“Alhamdulillah.” ucap Raihan sambil menghela nafas bahagia. Lisannya tak pernah berhenti berdzikir kepada Sang Maha Suci.

“Namun izinkan saya untuk merampungkan pendidikan S1 saya terlebih dahulu.” pinta Khadijah

“Baiklah, akan saya tunggu engkau hingga menyelesaikan pendidikan.” jawab Raihan tanpa merasa keberatan

♡♡♡

Setelah dua tahun lamanya menunggu Khadijah lulus kuliah, akhirnya kini mereka pun telah menjadi pasangan yang halal. Mereka bersama-sama membangun rumah tangga dengan balutan iman dan takwa. Saling mendukung terhadap profesi masing-masing. Raihan sebagai Dokter di Rumah sakit terbesar di Indonesia dan saat ini Khadijah pun diterima sebagai Dosen tafsir qur’an di salah satu Universitas Islam ternama di Indonesia. Hingga bersama-sama mereka meraih kesuksesan, dapat membangun rumah mewah dan hampir memiliki segalanya. Namun hal itu tidak menjadikan mereka lalai akan ibadah, justru kekayaan itu mereka jadikan ladang investasi akhirat dengan melaksanakan amal shaleh.

Suatu hari, Khadijah pamit untuk pergi ke Kampus. Ia cium tangan suaminya, lalu melangkah pergi. Kemudian Raihan pun berangkat ke Rumah sakit.

Seperti biasa, Raihan tidak pernah memberatkan pasien yang kurang mampu. Sering kali ia menangani dengan maksimal tanpa menerima bayaran sedikit pun. Hingga tiba saatnya ada seorang Bapak miskin dengan pakaian kumuh membawa anaknya ke rumah sakit itu. Awalnya Bapak miskin itu tidak diterima masuk oleh keamanan Rumah sakit karena khawatir melakukan penipuan seperti minggu lalu. Namun Raihan menghampiri dan mempersilahkannya masuk ke dalam. Ia pun bersedia bertanggung jawab bila terjadi hal yang buruk pada Rumah sakit.

Dengan santun Raihan membawa Bapak miskin dan anaknya ke dalam ruangannya lalu mengajak sedikit berbincang-bincang.

“Mohon maaf, Bapak dari mana dan anak Bapak sakit apa?” tanya Raihan lembut

Denga nafas yang terengah-engah dan raut wajah cemas, Bapak miskin itu menjawab, “Saya dari pelosok, Dok. Anak saya menderita sakit jantung sejak kecil dan sekarang sudah kronis. Puskesmas dan Rumah sakit di desa tidak lagi sanggup menangani, mereka merujuk ke Rumah sakit besar yang lebih lengkap peralatannya tapi biayanya sangat mahal. Lalu saya diberitahu salah seorang tetangga bahwa di Rumah sakit ini ada seorang Dokter yang sangat dermawan, namanya Dokter Raihan. Maka dari itu saya mau meminta pertolongannya, bolehkah saya bertemu dengannya?”

Raihan terdiam. Asistennya berkata, “Ini, Dokter Raihan, Pak.”

“Alhamdulillah… Dok, tolong saya…” pinta Bapak itu hampir bertekuk lutut namun ditahan oleh Raihan

“Jangan lakukan itu, Pak. Saya pasti akan menolong. Sekarang Bapak istirahat sejenak, minum dulu, ya. Ini air minum untuk Bapak. Saya periksa kondisi anak Bapak dulu.” ucap Raihan yang kemudian beranjak memeriksa anak Bapak itu.

“Terima kasih banyak, Dok.”

“Iya, Pak.”

♡♡♡

Betapa terkejutnya ia, ternyata kondisi anak itu benar-benar sangat lemah. Jantung anak itu hampir tidak berfungsi, sedangkan untuk mencari donor jantung tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama. Ia mencoba menghubungi kawan-kawan dan pihak pendonoran, kebetulan stock sedang kosong. Ia pun kebingungan dan sangat khawatir.

Tidak lama dari itu, ia mendengar anak itu membaca ayat suci Al-Qur’an dengan lirih menahan rasa sakit.

“Kau sadar, Dek?” tanya Raihan senang

“Pasti saya di ruang rawat lagi, ya?! Sudahlah, kalau memang dengan saya meninggal dapat mempertemukan saya dengan Rabb saya, saya ikhlas. Dari pada terus hidup menambah dosa dan membuat Bapak menderita.” ucap anak itu dengan air mata yang berjatuhan dan hampir putus asa

“Kamu jangan berkata seperti itu, percayalah bahwa Allah Maha menyembuhkan.” kata Raihan memberi semangat

“Bukan saya tidak percaya kepada Allah. Justru karena saya tidak mau menambah dosa, saya ingin pulang ke alam abadi.”

Raihan terdiam

“Dok,” panggil anak itu

“Ya, Dek? Ada yang bisa saya bantu?”

“Bantu saya untuk melaksanakan shalat taubat. Antar saya ke tempat wudhu.”

“Memangnya kau sanggup berjalan dan melaksanakan ibadah?”

“Yang sakit adalah jantung saya, bukan tubuh saya.”

“Baiklah.”

Raihan pun mengantar anak itu dan membantunya berwudhu, lalu menyediakan peralatan sholat miliknya untuk dipakai anak itu. Ia sangat kagum bercampur haru menyaksikan ketaatan anak itu. Ditambah lagi selesai shalat ia membaca Al-Qur’an dengan fasih tanpa melihat mushaf.

“Kau hafal Al-Qur’an, Dek?”

Anak itu menganggukan kepalanya dengan kerendahan hati.

“Berapa juz?”

“Baru dua puluh juz.”

“Masya allah. Apakah kamu ada niat untuk melanjutkan hafalanmu itu?”

“Ada, tapi sepertinya cukup segini karena usia saya tidak lama lagi.”

Raihan menitikan air matanya. Tiba-tiba anak itu merasakan kembali sakit yang sangat mencengkam jantungnya dan akhirnya jatuh pingsan. Raihan segera menolongnya. ia berusaha semaksimal mungkin menanganinya agar anak itu bisa tetap hidup dan melanjutkan niat baiknya. Namun kemungkinan hidupnya sangat kecil. Lalu ia menarik nafas berat dan meminta Dokter lain untuk menangani anak itu. Ia pergi untuk berwudhu dan melaksanakan shalat mutlak di Mushola yang terdapat di Rumah sakit.

Usai sholat ia berdo’a, “Wahai Allah, Tuhanku… hamba memohon ampun atas segala dosa hamba selama ini dan dengan keikhlasan, hamba rela akan memberikan jantung hamba untuk anak itu demi anak itu dapat melanjutkan niat baiknya menjadi penghafal Al-Qur’an yang mumtaz. Ridhoilah perbuatan hamba ini.”

Setelah berdo’a, Raihan memandangi foto Khadijah yang ada di layar androidnya dengan lekat. Air matanya kembali mengalir, lalu berkata, “Wahai istriku, aku sangat mencintaimu. Namun aku pun mencintai Rabbku. Maafkan aku harus melakukan ini, semoga kelak kita berjumpa kembali di surga-Nya.”

Raihan menulis dua surat. Satu untuk Khadijah dan yang satu lainnya untuk Habibi, anak penderita jantung itu. Kemudian ia segera mengatakan niatnya kepada salah satu rekan sesama Dokter.

“Kamu gila, Raihan?! Resikonya meninggal, lho! Kasihan istri kamu. Bukankah untuk mendapatkannya kamu banyak melakukan pengorbanan termasuk harus menunggu bertahun-tahun? Dan sekarang kamu malah memilih untuk meninggalkannya? Pikirkan perasaannya!”

“Saya tahu, tapi kasihan anak itu.”

“Istri kamu lebih kasihan!”

“Istri saya bisa mendapatkan pengganti saya, tapi anak itu tidak bisa. Sedangkan orang setaat anak itu sangat langka.”

“Tidak, saya tidak bisa lakuin itu!”

“Baik, kalau kamu tidak bisa, saya akan membongkar jantung saya sendiri!”

Raihan melangkah, menuju ruang operasi.

“Gila kamu, Han!”

Kawan Raihan mengejar.

Di ruang opertasi, Raihan menyediakan seluruh peralatan untuk membedah. Kawannya tidak tega menyaksikan itu, lalu mencoba menghentikan namun tidak kuasa. Akhirnya menyerah dan menyatakan akan membantu. Raihan sangat berterima kasih, setelah itu oprasi transfer jantung dilaksanakan.

Saat operasi akan berlangsung, Raihan tak henti-hentinya menyebut nama Sang Maha Esa.

♡♡♡

Beberapa saat kemudian, operasi selesai. berjalan dengan lancar. namun sesuai dengan prediksi, taruhannya adalah nyawa Raihan. Kini Raihan pun telah menghembuskan nafas terakhirnya. Kawannya menangis dengan sejadi-jadinya. Merasa sanagat kehilangan sosok sahabat yang shaleh. Berharap hal ini hanyalah mimpi buruk, namun ternyata memang nyata.

Sementara itu, di Kamus Khadijah sedang ada jadwal. Tiba-tiba dadanya sesak dan tubuhnya melemas. Seluruh mahasiswa menghampiri dan membantu membangunkannya, lalu membawanya ke kantor untuk beristirahat. Perasaannya sangat tidak enak. Pikirannya melayang, ingat kepada Raihan. Ia coba menghubungi suaminya dengan menelpon.

Di Rumah sakit, ponsel Raihan berdering. Kawan Raihan mengambilnya. Ia tersentak karena yang menelpon adalah Khadijah. Ia kebingungan harus mengangkatnya atau tidak. Awalnya tidak ia angkat, namun Khadijah menelpon hingga belasan kali. Akhirnya ia memberanikan diri untuk mengangkat.

“Hallo, Assalamu’alaikum. Kenapa lama sekali angkt telponnya, Kak? Aku sangat khawatir. Tiba-tiba kepikiran Kakak.” ucap Khadijah dengan nada cemas

Kawan Raihan tidak tahu harus menjawab apa.

“Kakak, hallo? Kak…”

“Maaf, saya Rifky.”

“Oh Kak Rifky… Maaf, Kak Raihannya ada? Aku mau bicara dengan Kak Raihan.”

Rifky membisu

“Kak… tolong panggilkan Kak Raihan, ya, maaf…”

Rifky teringat pesan Raihan sebelum meninggal.

“Maaf, Khadijah. Raihannya lagi menangani pasien ke luar kota dan Handphonenya ketinggalan.”

“Kok tidak bilang dulu? Biasanya bilang…”

“Entah, mungkin lupa, karena tadi dia sangat buru-buru.”

“Oh, gitu… terima kasih banyak atas infonya, Kak.”

“Iya, sama-sama.”

♡♡♡

Beberapa jam kemudian Khadijah dikabari oleh Rifky, bahwa Raihan mengalami kecelakaan dahsyat saat perjalanan pulang hingga tidak dapat tertolong dan nanti besok jenazahnya akan diatar ke rumahnya. Khadijah sangat tersentak lalu jatuh pingsan. Asisten rumah tangganya mencari bantuan ke luar untuk menolong.

(Esok hari tiba)

Jenazah Raihan dibawa pulang. Khadijah menangis dengan tersedu-sedu. Ia berharap itu bukanlah jenazah Raihan, tetapi orang lain. Namun saat penutup wajahnya dibuka, ternyata itu benar-benar Raihan, suaminya. Betapa teririsnya hati Khadijah. Hampir saja ia tidak menerima takdir itu, namun ia teringat perkataan Raihan ketika masih hidup, “Allah itu sebaik-baik perancang skenario kehidupan, maka sebagai hamba yang mengaku beriman, kita harus sabar dan ikhlas untuk menerimanya.”. Akhirnya Khadijah meredakan tangisannya. Ia bersitighfar dan menarik nafas berat, mencba ikhlas.

Tak lama dari itu orang tua dan keluarga Khadijah dan Raihan datang. Mereka pun sangat terpukul dengan kepargian Raihan yang tiba-tiba ini. Mereka mencoba menguatkan Khadijah, begitupun Khadijah yang mencoba menguatkan mertuanya.

♡♡♡

Di sore hari, Raihan di makamkan.

“Wahai suamiku, sungguh aku sangat mencintaimu. Engkau laki-laki yang shaleh. Engaku adalah dokter sekaligus guru hatiku. Semoga kelak kita dipertemukan kembali dengan segala keridhoan dan cinta-Nya.” ucap Khadijah dalam hati sambil mengelus nisan suaminya.

♡♡♡

Sementara itu, kondisi Habibi membaik. Setelah sembuh, Rifky memberikan sebuah kotak yang memang diamanahkan untuk Habibi. Ayah Habibi sangat bersyukur atas kesembuhan anaknya, beliau ingin bertemu dengan dokter Raihan untuk mengucapkan terima kasih, namun Rifky mengatakan bahwa Raihan sedang tidak bisa diganggu karena banyak pasien yang harus ditangani.

“Baiklah kalau begitu, kami titip salam untuk beliau.” kata Ayah Habibi

“Iya, akan saya sampaikan.”

“Kami permisi dokter Rifky. Assalamu’alaikum.”

“Iya, Pak. Silahkan. Wa’alaikum salam.”

♡♡♡

Sesampainya di rumah, Habibi membuka kotak dari dokter Raihan itu. Ternyata isinya sebuah Al-Qur’an, surat dan uang sekitar dua puluh juta. Mereka sangat terkejut. Habibi segera membuka surat itu.

____________________________________________

Assalamu’alaikum, Habibi.

Saya sangat mengagumimu. Kamu begitu taat kepada Allah. Tak berhenti ibadah dalam kondisi apapun. Saya harap kamu istiqomah dalam keshalehanmu itu. Aamiin. Ini adalah Al-Qur’an yang sering saya baca, saya harap kamu melanjutkan hafalan dengan Al-Qur’an ini. Dan ini ada sedikit rezeki, pakailah untuk memenuhi fasilitas ibadahmu dengan keluarga. Terakhir, tolong do’akan saya dalam setiap shalatmu agar selalu ada dalam ridho Allah.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum wrohmatullah

Raihan Syauqillah

____________________________________________

Membaca surat itu, Habibi dan Ayahnya menitikan air mata, mereka terharu karena bersyukur dipertemukan dengan seseorang yang berhati malaikat. Mereka pun berjanji akan melaksanakan amanah dokter Raihan.

____________________♡♡♡__________________

BERSAMBUNG……

⚘🌷⚘

Novel, By = @SyifaGarfield😸

Baca Lainnya

Kedatangan Santri Baru Di Pondok Pesantren Al-Baqiyyatusholihat

15 Juli 2024 - 08:53

Para Santri Pondok Pesantren Al-Baqiyyatusholihat Kembali Aktif Belajar Setelah Liburan Akhir Semester

8 Juli 2024 - 19:53

Sekilas Perihal Doa Akhir Dan Awal Tahun Hijriah

6 Juli 2024 - 14:13

Penutupan Kajian Ramadhan dan Perpulangan Santri Al-Baqiyatussholihat

1 April 2024 - 15:24

Ngaji Pasaran Bulan Ramadhan di Ponpes Al Baqiyatussholihat Resmi Dibuka

1 Maret 2024 - 10:38

Trending di Berita
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

cuaca 228000496

cuaca 228000497

cuaca 228000498

cuaca 228000499

cuaca 228000500

cuaca 228000501

cuaca 228000502

cuaca 228000503

cuaca 228000504

cuaca 228000505

cuaca 228000506

cuaca 228000507

cuaca 228000508

cuaca 228000509

cuaca 228000510

cuaca 228000551

cuaca 228000552

cuaca 228000553

cuaca 228000554

cuaca 228000555

cuaca 228000556

cuaca 228000557

cuaca 228000558

cuaca 228000559

cuaca 228000560

cuaca 228000561

cuaca 228000562

cuaca 228000563

cuaca 228000564

cuaca 228000565

cuaca 228000566

cuaca 228000567

cuaca 228000568

cuaca 228000569

cuaca 228000570

cuaca 228000571

cuaca 228000572

cuaca 228000573

cuaca 228000574

cuaca 228000575

cuaca 228000576

cuaca 228000577

cuaca 228000578

cuaca 228000579

cuaca 228000580

cuaca 228000581

cuaca 228000582

cuaca 228000583

cuaca 228000584

cuaca 228000585

cuaca 228000586

cuaca 228000587

cuaca 228000588

cuaca 228000589

cuaca 228000590

cuaca 228000591

cuaca 228000592

cuaca 228000593

cuaca 228000594

cuaca 228000595

cuaca 228000596

cuaca 228000597

cuaca 228000598

cuaca 228000599

cuaca 228000600

cuaca 228000601

cuaca 228000602

cuaca 228000603

cuaca 228000604

cuaca 228000605

cuaca 228000606

cuaca 228000607

cuaca 228000608

cuaca 228000609

cuaca 228000610

prediksi scatter hitam

algoritma rtp mahjong ways2

logika pola pg soft

analisa rtp kasino modern

optimasi scatter riwayat putaran

article 228000466

article 228000467

article 228000468

article 228000469

article 228000470

article 228000471

article 228000472

article 228000473

article 228000474

article 228000475

post 238000571

post 238000572

post 238000573

post 238000574

post 238000575

post 238000576

post 238000577

post 238000578

post 238000579

post 238000580

disiplin pola rtp mahjong2

fenomena rtp scatter hitam

strategi taruhan berdasarkan rtp

mekanik mesin pgsoft rtp

panduan analisis rtp mahjong

info 328000501

info 328000502

info 328000503

info 328000504

info 328000505

info 328000506

info 328000507

info 328000508

info 328000509

info 328000510

info 328000511

info 328000512

info 328000513

info 328000514

info 328000515

info 328000516

info 328000517

info 328000518

info 328000519

info 328000520

info 328000521

info 328000522

info 328000523

info 328000524

info 328000525

info 328000526

info 328000527

info 328000528

info 328000529

info 328000530

info 328000531

info 328000532

info 328000533

info 328000534

info 328000535

info 328000536

info 328000537

info 328000538

info 328000539

info 328000540

berita 428000001

berita 428000602

berita 428001203

berita 428001804

berita 428002405

berita 428003006

berita 428003607

berita 428004208

berita 428004809

berita 428005410

berita 428006011

berita 428006612

berita 428007213

berita 428007814

berita 428008415

berita 428009016

berita 428009617

berita 428010218

berita 428010819

berita 428011420

analisis rtp 428011421

manajemen modal 428011422

variabel rtp live 428011423

algoritma kasino 428011424

efisiensi rtp 428011425

distribusi scatter 428011426

respon rtp 428011427

volatilitas livecasino 428011428

data rtp sweetbonanza 428011429

algoritma scatter 428011430

metrik rtp 428011431

interface server 428011432

fluktuasi rtp 428011433

log historis 428011434

komparatif rtp 428011435

berita 428011421

berita 428011422

berita 428011423

berita 428011424

berita 428011425

berita 428011426

berita 428011427

berita 428011428

berita 428011429

berita 428011430

berita 428011431

berita 428011432

berita 428011433

berita 428011434

berita 428011435

kajian 638000001

kajian 638000002

kajian 638000003

kajian 638000004

kajian 638000005

kajian 638000006

kajian 638000007

kajian 638000008

kajian 638000009

kajian 638000010

kajian 638000011

kajian 638000012

kajian 638000013

kajian 638000014

kajian 638000015

kajian 638000016

kajian 638000017

kajian 638000018

kajian 638000019

kajian 638000020

news-1701