Menu

Mode Gelap
Inilah Jadwal Streaming Channel Youtobe Pesantren Al Baqiyatussholihat Puasa 2024 : Almanak Cibogo Tetapkan Selasa Awal Puasa Ngaji Pasaran Bulan Ramadhan di Ponpes Al Baqiyatussholihat Resmi Dibuka Sambut Ramadhan, Pesantren Al Baqiyatussholihat Adakan Pengajian Kilatan (Pasaran) Malam Nisyfu Sya’ban Di Pesantren Al Baqiyatussholihat Keistimewaan Malam Nisfu Sya’ban

Berita · 5 Mar 2020 11:05 · Waktu Baca

Perpustakaan PBNU Menerima Buku Peranan KH.Raden Ma’mun Nawawi dan Laskar Hizbullah


					Perpustakaan PBNU Menerima Buku Peranan KH.Raden Ma’mun Nawawi dan Laskar Hizbullah Perbesar

Gus Faiz Nawawi Kepala Sekolah SMPIT KHR. Ma’mun Nawawi menyerahkan Buku “Peranan KH Raden Ma’mun Nawawi dan Laskar Hizbullah Pada Masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia,” secara simbolis kepada KH. Syatiri Ahmad Kepala Perpustakaan PBNU & Imam Mesjid PBNU, di kantor PBNU Rabu/04/03

dan ditambah dengan didaulatnya Cibarusah (kota kelahirannya) menjadi tuan rumah pusat pelatihan Laskar Hizbullah pada masa revolusi dan reformasi kemerdekaan Indonesia. Disebutkan dalam Majalah Tempo, 18 April 2011, digambarkan adanya fakta perjuangan heroik Laskar Allah dari Cibarusah. Yakni sekitar lima ratus pemuda berkemeja dengan celana tanggung biru berbaris keluar dari barak-barak anyaman bambu. Para calon opsir ini bersiap mengikuti upacara pembukaan latihan Laskar Hizbullah di Cibarusah, Bekasi pada Februari 1945.

Kepala Perpustakaan PBNU menyambubut baik dengan diluncurkannya buku “Peranan K.H Raden Ma’mun Nawawi dan Laskar Hizbullah Pada Masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia, bertambah wawasan sejarah ini sangat berarti untuk semua masyarakat untuk mengenal sejarah NU di wilayah kabupaten Bekasi.

Sosok KHR. Ma’mun Nawawi merupakan santri pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyekh KH. Hasyim As’ari,

Dalam situasi segenting itu, semangat literasi Kiai Ma’mun Nawawi melahirkan karya-karya yang memenuhi dahaga masyarkat, terutama masyarakat Sunda. Tidak kurang dari enam puluh tiga karya lahir dari tangan dingin beliau. Karya beliau mencakup keilmuan Islam dalam bidang Hadis, fikih, Falak, Sastra. Pada umumnya karya beliau ditulis dengan menggunakan arab Pegon dan berbahasa Sunda. Salah satunya adalah kitab Bahjat al Wudhuh ini.

Kiai Ma’mun Nawawi wafat pada malam Jum’at 26 Muharram 1395 H pukul 01.15 WIB yang bertepatan dengan tanggal 7 Februari 1975 M di Cibogo pada usia 63 tahun. Pondok pesantren yang didirikannya saat ini diteruskan oleh putranya, KH. Jamaluddin Nawawi. Makam Kiai Ma’mun Nawawi berada di sekitar pesantren dan banyak dikunjungi orang baik dari Bekasi, Banten, atau Bogor, khususnya pada bulan Maulid.

 

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat Menjadi Tuan Rumah Pada kegiatan Launching Kampung Moderasi Beragama Dan Aksi Tanam Sejuta Pohon Kemenag Kabupaten Bekasi

9 Juni 2024 - 06:35

Hari Ketiga, Goes To Jogja Bareng Rencang Santri

31 Mei 2024 - 15:56

Hari Kedua, Goes To Jogja

31 Mei 2024 - 07:00

Hari Pertama, Goes To Jogja Santri Akang

30 Mei 2024 - 07:21

Penyambutan Rombongan Goes 90 KM GP. Ansor dan Kegiatan Di Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat

22 April 2024 - 14:28

Trending di Berita